Benarkah Kopi Menurunkan Berat Badan?

Jika menurunkan berat badan termasuk daftar resolusimu tahun ini, mungkin kopi bisa menjadi solusinya. Inilah penelitian tentang kopi menurunkan berat badan secara aman.

Kamu juga bisa beli kopi jombang khusus untuk menurunkan berat badan. Tidak percaya? Buktikan sendiri!

kopi menurunkan berat badan

Sekarang mari kita bahas lebih dalam. Penelitian terbaru menunjukkan temuan mengejutkan. Cukup dengan 4 cangkir kopi sehari lemak tubuh bisa hilang. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di Singapura selama kurang lebih 24 minggu. Setidaknya ada 126 pria dan wanita yang kelebihan berat badan yang dilibatkan dalam penelitian ini.

Penyelidik awalnya bertujuan untuk melihat apakah kopi dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 dengan menurunkan risiko meningkatnya resistensi insulin. Sebab, hal ini dapat menyebabkan lonjakan dramatis dalam gula darah. Sehingga menyebabkan diabetes.

Pada akhirnya, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa kopi memiliki efek perlindungan seperti itu. Tapi ada sisi positif yang tak terduga. Mereka yang minum 4 cangkir kopi berkafein per hari selama enam bulan, mengalami penurunan hampir 4% lemak tubuh secara keseluruhan.

Para peneliti mengaku terkejut dengan temuan ini. Penurunan berat badan secara khusus disebabkan oleh hilangnya massa lemak para peminum kopi. Hal ini juga diakui oleh Derrick Johnston Alperet yang merupakan penulis dari penelitian tersebut. Ia adalah seorang postdoctoral di Department of Nutrition Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Alperet menunjukkan bahwa hilangnya massa lemak tersebut tidak mungkin disebabkan oleh perubahan gaya hidup seperti diet dan aktivitas fisik.

Sebaliknya, dia dan rekan-rekannya berpikir bahwa kehilangan lemak akibat kopi mungkin merupakan hasil dari “reaksi metabolisme”. Di mana kafein menyebabkan peningkatan proses metabolisme peminum kopi. Sehingga, menurut Alperet hasil akhirnya adalah pembakaran lebih banyak kalori dan penurunan lemak tubuh yang mencolok.

Namun, percobaan di Singapura ini hanya berlangsung enam bulan. Selama waktu itu setengah dari peserta penelitian yang terdiri dari orang Cina, Melayu atau Asia-India, secara acak diinstruksikan untuk minum 4 cangkir kopi instan berkafein setiap hari.

Setengah lainnya minum minuman yang meniru rasa kopi, tetapi bukan kopi atau minuman berkafein. Jadi, mungkinkah minum 4 cangkir kopi berkafein sehari dalam jangka waktu yang lebih lama menimbulkan risiko?

Alperet berpikir tidak. Ia mengatakan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat konsumsi ini masih wajar sampai sekarang. Ia menambahkan, studi menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika saat ini mengonsumsi hingga 4 cangkir kopi setiap hari. Sementara orang Eropa rata-rata dapat mengonsumsi hingga 7 cangkir per hari.

Kopi Menurunkan Berat Badan

Connie Diekman, konsultan makanan dan nutrisi dan mantan presiden Academy of Nutrition and Dietetics, tidak begitu yakin.

Connie mengatakan, “4 cangkir kopi yang dialokasikan dalam penelitian ini tampaknya termasuk asupan tinggi. Jadi bukan yang saya rekomendasikan.”

Ia juga menambahkan, “Kandungan kafein yang lebih tinggi mungkin membantu menekan nafsu makan.”

Tetapi terlalu banyak kafein “dapat berdampak pada tubuh secara keseluruhan, menyebabkan sakit kepala, kegelisahan, detak jantung yang cepat, dan gangguan perut,” kata Connie yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dan Alperet setuju. Setiap keputusan untuk peminum non-kopi untuk memasukkan 4 cangkir kopi per hari ke dalam asupan hariannya perlu dikalibrasi. Perlu memperhatikan dengan hati-hati makanan, minuman, dan obat-obatan lain yang mengandung kafein dikonsumsi saat ini.

Alperet menambahkan bahwa masih banyak diperlukan penelitian tentang hal tersebut. Termasuk perlunya uji coba tambahan dengan penilaian komposisi tubuh yang lebih komprehensif untuk mengkonfirmasi temuannya.

Kesimpulan Kopi Menurunkan Berat Badan

Hal itu didukung oleh Lona Sandon yang juga mengulas penelitian tersebut. Dia adalah direktur program dan asisten profesor di Fakultas of Clinical Nutrition School of Health Professions di University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas.

Lona mengatakan bahwa kafein secara khusus telah diteliti selama bertahun-tahun karena potensinya untuk mempengaruhi nafsu makan, berat badan, dan lemak tubuh. Tetapi mekanisme pasti bagaimana cara kerjanya untuk mengurangi lemak tubuh masih diperdebatkan.

Bahkan jika kopi dapat terbukti memicu penurunan lemak, Lona mengatakan pembaca harus mengatur ekspektasi mereka. Hal ini mengingat butuh waktu setengah tahun bagi peminum untuk menghilangkan sebagian kecil lemak tubuh.

Pembatasan kalori sederhana lebih efektif dari itu, bersama dengan program latihan yang baik untuk mengubah komposisi tubuh. Kelebihan lemak tubuh tidak akan hilang dengan cepat dengan menambahkan beberapa cangkir kopi per hari.