Kesalahan Yang Harus Dihindari Dropshipper

Inilah daftar kesalahan yang harus dihindari dropshipper agar tidak boncos. Dropshipping sepertinya tidak perlu dipikirkan lagi bagi para penjual online. Mereka cenderung melompat pada setiap peluang untuk melakukan transaksi bisnis dengan cepat dan nyaman.

Tampaknya, satu-satunya kekhawatiran mereka adalah memperoleh produk dan pemasaran. Terlebih lagi jika mereka hanya memiliki sedikit pengetahuan. Ketahui juga kelebihan dan kekurangan dropship sebelum menyelaminya.

kesalahan yang harus dihindari dropshipper

Jangan lupakan juga tentang pengalaman pelanggan jika ingin bisnismu tetap bertahan.

Dropship biasanya tidak menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan perasaan pelanggan. Bagaimana bisa mereka tahu bahwa pelanggannya akan puas?

Pelanggan adalah orang-orang yang membawa uang. Jika mereka tidak bahagia, maka mereka tidak akan kembali lagi. Untuk mendapatkan manfaat dari dropship, kamu perlu memahami tanggung jawabmu. Ketahui juga kesalahan apa yang biasanya menyebabkan semuanya menjadi bumerang.

Apa Sebenarnya Dropship Itu?

Dropshipper biasanya melakukan pesanan langsung ke supplier. Dengan cara ini kamu tidak perlu khawatir berurusan dengan pengiriman. Kamu juga tidak perlu pusing dengan persediaan.

Semuanya akan baik-baik saja sampai kamu menerima keluhan pelanggan. Kamu harus bertanggung jawab atas kesalahan yang tidak kamu buat. Inilah sebabnya kenapa kamu harus tahu bagaimana semuanya berjalan. Pastikan sedia payung sebelum hujan.

Inilah kesalahan yang harus dihindari dropshipper agar bisnisnya bertahan lama.

Kesalahan Yang Harus Dihindari Dropshipper Dan Solusinya

1. Khawatir Dengan Biaya Pengiriman

Tidak perlu khawatir, meskipun biaya pengiriman bisa sangat mahal. Kamu hanya perlu memposisikan dirimu seperti supplier. Ketahui di mana suppliermu berada. Di situlah kamu harus mengatur asal pengirimanmu.

Memanfaatkan gratis ongkir atau biaya kirim yang tetap akan mempermudah bisnismu. Pastikan kamu telah menggunakan perhitungan yang tepat sebelum melakukannya.

2. Terlalu Mengandalkan Vendor

Hal negatif dapat muncul dengan menaruh terlalu banyak kepercayaan pada vendor. Misalnya jika kamu hanya memiliki satu vendor. Mereka dapat gulung tikar atau menaikkan harga produknya suatu saat.

Mereka bisa kehabisan barang yang kamu harapkan. Lalu bagaimana selanjutnya? Inilah sebabnya mengapa kamu harus selalu memiliki cadangan. Sehingga ada jaminan terhadap keberlangsungan bisnismu.

3. Mengharapkan Uang Mudah

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, dropship memberikan kenyamanan. Tingkat kenyamanan yang mungkin membuat pekerjaanmu lebih sederhana. Namun, kamu tidak dapat melupakan betapa pentingnya memasarkan produk. Begitu juga dengan semua persaingan yang akan kamu hadapi. Hal ini membutuhkan penelitian dan pengembangan. Pendekatan unik yang akan membuat produkmu lebih menarik daripada produk orang lain.

4. Membuat Informasi Pesanan Sulit Diakses

Saat kamu menjamin proses yang cepat dan mudah bagi pelanggan, mereka ingin bukti. Siapkan perkiraan tanggal pengiriman berdasarkan lokasi. Mintalah kepada supplier untuk memberi informasi terbaru tentang status pesananmu. Sehingga kamu dapat terus memberi informasi kepada pelanggan.

Dengan cara ini, kamu dapat memantau pesanannya. Jika terjadi keterlambatan atau hal-hal yang tidak diinginkan, kamu dapat memecahkan masalahnya dengan cepat.

5. Brand Tokomu Tidak Cukup Terlihat

Dengan dropship, sulit untuk memastikan brand kamu terus terlihat. Sehingga pengalaman pelanggan terhadap brandmu terlihat kurang. Tentu kamu tidak ingin orang melupakan brandmu bukan? Jadi memasukkan brandmu sebanyak mungkin adalah kuncinya.

Agar nama kamu tetap terlibat setelah pengiriman. Kamu dapat menyertakan label pengiriman dengan brandmu, sisipan, dan kemasan khusus.

Bukan ide yang buruk juga untuk mengirim ucapan terima kasih, tindak lanjut, atau survei. Semua untuk mengingatkan mereka tentangmu. Hal ini juga akan menunjukkan kepada mereka bahwa kamu peduli dengan pengalaman berbelanja mereka.

6. Mengganggu Perubahan Dan Pembatalan Pesanan

Orang cukup sering mengklik tombol yang salah, memesan barang secara tidak sengaja, atau akhirnya berubah pikiran. Ketika ini terjadi, kamu ingin memastikan pengembalian dana pelanggan dengan benar. Pastikan juga penyesuaian dilakukan secara akurat.

Jika kamu tidak memberikan perhatian yang cukup, supplier dapat melanjutkan dan mengirimkan pesanan. Konsekuensinya kamu akan berakhir dengan ulasan negatif yang tidak dapat kamu singkirkan.

Pastikan supplier mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan perubahan sebelum kamu mengonfirmasi pelanggan. Sementara mereka menunggu konfirmasi, beri tahu mereka bahwa kamu telah menerima permintaan mereka. Katakan bahwa kamu sedang mengerjakan perubahan untuk mereka.

7. Kesalahan Penanganan Barang Rusak atau Hilang

Ketika pelanggan mengalami masalah dengan pesanan mereka, saat itu juga mereka sudah tidak puas denganmu. Padahal kamu ingin menawarkan solusi cepat dan mudah kepada mereka, bukan menyulut api. Menciptakan proses untuk mengelola dan menangani masalah pesanan akan membantu membuat pelanggan merasa diakomodasi.

8. Kebijakan Pengembalian Yang Rumit

Jika kamu tidak memiliki sistem yang diatur untuk pengembalian, semuanya bisa menjadi berantakan dengan sangat cepat. Untuk menghindari hal ini, kamu dan supplier perlu menetapkan kebijakan pengembalian.

Pelanggan akan menunggu dengan penuh harap terhadap pengembalian dana mereka. Hal yang tidak terorganisir di awal tidak akan membuat mereka bahagia. Mereka mungkin juga memerlukan instruksi yang menjelaskan bagaimana dan ke mana harus mengembalikan barang tersebut. Mengatur sistem untuk masalah ini akan menyelamatkan kamu dan pelanggan dari banyak masalah.

Kesimpulan: Kesalahan Yang Harus Dihindari Dropshipper

Kesimpulannya, pengalaman pelanggan adalah perhatian utama seorang dropshipper. Meskipun kontrol stok barang dan pengiriman bukan pekerjaanmu. Kamu tetap harus memastikan semuanya dilakukan dengan baik.

Dengan perencanaan yang cukup dan manajemen yang tepat, semua kesalahan dropship dapat dihindari. Sehingga bisnis kamu akan berfungsi lebih lancar. Kerugian atas masalah-masalah di atas juga dapat diminalisir. Pada akhirnya, kamu akan mendapatkan efisiensi dan keuntungan bisnis yang lebih.