Alur Pembuatan Kopi Instan Sederhana

Kopi instan bukanlah jenis kopi favorit kami. Sekali lagi, kami sama sekali bukan penggemar beratnya. Namun, kopi ini memiliki tempat dalam produksi minum kopi. Ilmu di balik pembuatannya sangat sederhana.

Bahkan, jika kamu jarang mencuci alat pembuat kopimu, mungkin kamu menghasilkan sesuatu seperti kopi instan. Meskipun produsen kopi instan telah menyempurnakan proses pembuatan kopi instan. Pembuatannya tetap sangat mirip dengan kopi instan pertama yang pernah dibuat.

pembuatan kopi instan sederhana

Sejarah Pembuatan Kopi Instan

Pada tahun 1906, George C. Washington tinggal di Guatemala. Ia memperhatikan bahwa ujung teko kopi peraknya berubah menjadi hitam karena penumpukan kopi. Kemudian Washington mengambil inspirasi dari tanda hitam tersebut.

Ia mulai bereksperimen kecil dengan bubuk kopi kering. Setelah beberapa kali mencoba, ia menghasilkan kopi instan pertama.

Kisah singkat kopi instan Washington menunjukkan kesederhanaan produk. Kopi instan tidak lebih dari bubuk kopi yang sangat kecil yang telah diseduh dan kemudian dikeringkan.

Jika kamu mengambil residu yang menumpuk di teko kopi yang tidak dicuci, kamu akan memiliki sesuatu seperti kopi instan Washington.

Kopi Instan Terbuat Dari Bubuk Seduh dan Kering

Saat ini, pembuat kopi instan menggunakan teknik yang sedikit lebih canggih. Kopi instan dibuat dengan cara seperti berikut:

  1. memanggang, menggiling, dan menyeduh kopi
  2. membekukan atau mengeringkan kopi yang diseduh
  3. mengemas sisa bubuk kopi yang larut

Perusahaan telah menemukan cara untuk mempercepat dan menstandardisasi proses. Akan tetapi cara membuat kopi instan masih sama. Lengkap dengan residu yang menumpuk di pembuat kopi. Kelarutan kecil tertinggal setelah air dalam kopi yang diseduh menguap. Partikel-partikel tersebut adalah kopi instan.

Bahan Pembuatan Kopi Instan

Kami tidak terlalu menyukai kopi instan karena tiga alasan. Kopinya cenderung tidak segar, berkualitas rendah, dan diekstraksi berlebihan.

Pertama, kopi yang digunakan dalam kopi instan tidak segar. Kopi terasa paling enak jika dinikmati dalam waktu dua minggu setelah dipanggang. Akan tetapi kopi instan sering kali memiliki masa simpan bertahun-tahun.

Kedua, biji kopi yang digunakan dalam kopi instan biasanya memiliki kualitas yang lebih rendah. Berbeda dengan biji kopi yang digunakan oleh roaster kecil. Sebagian besar kopi yang digunakan untuk membuat kopi instan adalah kopi robusta.

Biasanya kopi arabika tidak digunakan sebagai bahan kopi instan. Itu karena harganya yang lebih mahal dari kopi robusta. Meskipun beberapa perusahaan telah mulai menawarkan kopi instan gourmet dari biji arabika. Namun, mereka cenderung menggunakan kopi arabika bermutu rendah. Tentu saja hal ini untuk menekan harga.

Ketiga, kopi instan seringkali diekstraksi secara berlebihan. Kopi terasa paling enak ketika diekstraksi antara 16 dan 18 persen. Jika diekstrak hingga 30 persen bijinya akan larut.

Banyak pembuat kopi instan mencoba memeras setiap biji kopi secara maksimal. Saat menyeduh kopi, mereka dapat mencapai tingkat ekstraksi hingga 30 persen. Sehingga menghasilkan rasa lebih pahit.

Kami mengagumi kesederhanaan membuat kopi instan. Akan tetapi kami berkomitmen untuk tetap menyukai kopi yang dibuat manual. Sehingga menghasilkan kopi dengan rasa terbaik.

Kami suka menggunakan biji kopi segar dengan kualitas terbaik. Kami juga terobsesi dengan faktor-faktor seperti tingkat ekstraksi. Kopi instan mungkin memiliki tempat di dunia perkopian di tanah air. Namun, kami akan tetapi melewatkannya dan menyeduh cangkir segar kami sendiri.

Sejak dulu kopi instan memang sangat mudah kita dapatkan. Tapi sekarang, kedai kopi yang menggunakan biji kopi segar berkualitas juga mudah dijumpai. Harga yang dijual pun tidak mahal.

Untuk mendapatkan biji kopi segar seperti di kedai kopi, kita juga bisa langsung membelinya dari Primajava.com. Tempat beli kopi tuban terpercaya khusus untuk kopi segar berkualitas.